Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu kondisi kesehatan yang paling sering ditemukan pada penyelam, terutama penyelam berusia di atas 40 tahun. Banyak orang mengira bahwa memiliki hipertensi berarti tidak boleh menyelam. Faktanya, tidak selalu demikian.

Berdasarkan tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Diving and Hyperbaric Medicine tahun 2020, penyelam dengan hipertensi masih dapat melakukan scuba diving apabila tekanan darah terkontrol dengan baik dan tidak memiliki komplikasi pada jantung maupun pembuluh darah. 

Mengapa Hipertensi Menjadi Perhatian Saat Menyelam?

Saat berada di dalam air, tubuh mengalami beberapa perubahan fisiologis.

Air memberikan tekanan pada tubuh sehingga sekitar 600–700 ml darah berpindah dari lengan dan kaki menuju dada. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Bila penyelaman dilakukan di air dingin atau memerlukan aktivitas fisik yang berat, tekanan darah dapat meningkat lebih tinggi lagi. 

Pada orang dengan hipertensi yang tidak terkontrol, kondisi ini dapat meningkatkan beban kerja jantung.

Risiko Menyelam dengan Hipertensi

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Beban kerja jantung meningkat selama penyelaman.
  • Risiko gangguan kardiovaskular menjadi lebih tinggi.
  • Lebih rentan mengalami Immersion Pulmonary Edema (IPO), yaitu penumpukan cairan di paru-paru saat berada di dalam air.
  • Diduga memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit dekompresi, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas. 

Berapa Tekanan Darah yang Aman untuk Menyelam?

Peneliti menyarankan:

  • Tidak disarankan menyelam jika tekanan darah lebih dari 160/100 mmHg.
  • Idealnya tekanan darah berada di bawah 140/90 mmHg sebelum melakukan scuba diving.
  • Bila tekanan darah telah terkontrol dengan obat dan dokter menyatakan kondisi jantung baik, seseorang umumnya masih dapat menyelam dengan aman. 

Bagaimana dengan Obat Hipertensi?

Tidak semua obat hipertensi memiliki efek yang sama terhadap penyelam.

ACE Inhibitor dan ARB

Obat golongan ini merupakan pilihan yang paling direkomendasikan untuk penyelam karena umumnya tidak menimbulkan masalah selama penyelaman, selama tidak menyebabkan efek samping seperti batuk kronis. 

Calcium Channel Blocker

Relatif aman, tetapi dapat menyebabkan tekanan darah turun saat keluar dari air. Karena itu penyelam disarankan keluar dari air secara perlahan. 

Diuretik

Kurang disarankan bagi penyelam karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Dehidrasi sendiri merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko masalah selama penyelaman, terutama jika melakukan beberapa kali penyelaman dalam satu hari atau menyelam di daerah tropis seperti Bali. 

Beta Blocker

Obat ini dapat membatasi kemampuan jantung meningkatkan denyut saat berolahraga sehingga daya tahan saat menyelam bisa berkurang. Pada sebagian orang juga dapat memengaruhi fungsi paru-paru. Karena itu penggunaannya perlu dievaluasi terlebih dahulu oleh dokter penyelaman. 

Tips Aman Menyelam bagi Penderita Hipertensi

Apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi dan ingin menyelam, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Pastikan tekanan darah terkontrol sebelum melakukan penyelaman.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama jika berusia di atas 40 tahun.
  • Jangan memaksakan diri saat arus kuat atau kondisi laut berat.
  • Hindari dehidrasi dengan minum air yang cukup sebelum dan setelah menyelam.
  • Selalu menyelam sesuai batas kemampuan dan ikuti prosedur penyelaman yang benar.
  • Jika muncul sesak napas, batuk berbusa, atau nyeri dada saat menyelam, segera hentikan penyelaman dan cari pertolongan medis. 

Kesimpulan

Hipertensi bukan berarti Anda harus berhenti menyelam. Yang terpenting adalah tekanan darah terkontrol, kondisi jantung sehat, dan mendapatkan penilaian dari dokter yang memahami diving medicine.

Dengan persiapan yang baik, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta mengikuti prosedur penyelaman yang aman, banyak penyelam dengan hipertensi tetap dapat menikmati scuba diving dengan risiko yang minimal. 

Referensi:
Westerweel PE, Rienks R, Sakr A, Taher A. Diving with Hypertension and Antihypertensive Drugs. Diving and Hyperbaric Medicine. 2020.